Politeknik Muhammadiyah Yogyakarta
Technopreneur Campus
Technopreneur Campus
May 18th
POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYKARTA menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2012/2013. Pendaftaran dapat dilakukan di Kampus POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYKARTA ( Kompleks Kampus UMY lama Wirobrajan, Belakang AMC ) Jln. HOS Cokroaminoto No. 17 Yogyakarta
Mar 10th
YOGYAKARTA-Sebanyak 13 stan makanan dan minuman sejak hari ini, Kamis (10/3), hingga Sabtu (12/3) memeriahkan acara Food Festival Gallusia di halaman Fakultas Peternakan UGM. Berbagai macam kuliner yang tersaji dalam festival, antara lain, susu goreng, sosis, soto ayam, roti creze, steak, nugget, carica, hingga bakso bakar. Acara dibuka pagi tadi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengembangan Usaha Fakultas Peternakan UGM, Ir. Edi Suryanto, M.Sc., Ph.D.
Ketua Panitia Food Festival Gallusia, Risa Dwi Prianti (mahasiswa Peternakan angkatan 2009), didampingi Deasi Fitriani (mahasiswa Peternakan angkatan 2007) menuturkan rangkaian acara yang diadakan terkait dengan rencana launching Majalah Gallusia pertengahan bulan ini. “Acara food festival juga terkait dengan launching majalah Gallusia pertengahan bulan ini,” tutur Risa. More >
Mar 10th
Kemiskinan masih saja menjadi persoalan utama yang dihadapi sebagian besar negara Amerika Latin. Adanya implementasi kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat di negara-negara tersebut menjadi penyebab semakin meningkatnya tingkat kemiskinan di sana. “Kemiskinan di wilayah Amerika Latin merupakan fenomena yang biasa. Kondisi ini disebabkan adanya implementasi kebijakan yang tak sesuai dengan kepentingan masyarakat di Amerika Latin,” kata Prof. Fernando Hernandez, staf pengajar Universidad Nacional Autonoma de Mexcio, Kamis (10/3), di Ruang Multimedia Fisipol UGM. More >
Mar 10th
Selama ini visibilitas fisik masih menjadi prioritas utama bagi sebagian besar perpustakaan di Indonesia. Padahal, disisi lain visibilitas virtual memiliki arti yang sama pentingnya dengan visibilitas fisik. Meskipun tidak bersifat nyata, visibilitas virtual cukup penting untuk meningkatkan citra perpustakaan dan juga perguruan tinggi yang menaunginya.
“Kebanyakan perpustakaan di Indonesia masih memprioritaskan visibilitas fisik dan kurang memperhitungkan/memperhatikan visibilitas fisik yang mampu mendorong dalam peningkatan citra sebuah perpustakaan,” kata Aditya Nugraha, ST., M.S., Kepala Perpustakaan Universitas Kristen Petra Surabaya, Kamis (10/3) di University Club (UC) UGM.
Dalam seminar bertajuk “Informasi, Perilaku, dan Tren Pengembangan Perpustakaan” yang digelar Perpustakaan UGM, Aditya menyebutkan bentuk nyata dari visibilitas virtual tidak sekedar hanya online atau terhubung dengan internet, namun juga dengan selalu memperbarui konten lokal, terhubung dengan jejaring sosial dan menciptakan media baru untuk interaksi on-line antara perpustakaan, pustakawan, dan pemustaka.
Mar 10th
YOGYAKARTA – Naskah akademik dan draft RUUK DIY dari pemerintah yang mencantumkan konsep pararadya atau gubernur/wakil gubernur utama, disarankan untuk dievaluasi dan diperbaiki karena tidak sesuai filosofi dan kultural masyarakat DIY. Selain itu, keistimewaan DIY tidak hanya terletak pada posisi Gubernur dan Wakil Gubernur, melainkan juga keistimewaan bidang pertanahan, keuangan dan kebudayaan.
Demikian salah satu yang mengemuka dalam penjaringan aspirasi RUUK DIY oleh Komisi II DPR dan Komisi I DPD RI dengan kalangan akademisi di ruang balai senat UGM, kamis (10/3).
Sosiolog UGM Prof Sunyoto Usman menegaskan, pembahasan RUUK DIY tidak hanya merespon masa lalu atau menjawab konteks kekinian, melainkan untuk menjawab tantangan yang di hadapai DIY dan bangsa Indonesia ke depan. Dia menyebutkan, poin-poin keistimewaan yang ada saat ini kebanyakan sudah banyak yang telah di sepakati karena sudah dibahas oleh kalangan DPR periode sebelumnya. Namun posisi gubernur dan wakil gubernur masih menjadi bahan perdebatan di kalangan DPR dan pemerintah.