<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Politeknik Muhammadiyah Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://pmy.ac.id/web/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pmy.ac.id/web</link>
	<description>Technopreneur Campus</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 12:17:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>PMB Politeknik Muhammadiyah Yogyakarta</title>
		<link>http://pmy.ac.id/web/?p=191</link>
		<comments>http://pmy.ac.id/web/?p=191#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 08:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[PMB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmy.ac.id/web/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYKARTA menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2012/2013.&#160; Pendaftaran dapat dilakukan di Kampus&#160;POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYKARTA ( Kompleks Kampus UMY lama Wirobrajan, Belakang AMC ) Jln. HOS Cokroaminoto No. 17 Yogyakarta PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTROMEDIK TEKNIK ELEKTROMEDIK KONSENTRASI TEKNIK KOMPUTER &#38; JARINGAN TEKNIK MESIN TEKNIK MESIN PRODUKSI TEKNIK MESIN OTOMOTIF AKUNTANSI&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;"><strong>POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA</strong></h2>
<p style="text-align: left;">POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYKARTA menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2012/2013.&nbsp; Pendaftaran dapat dilakukan di Kampus&nbsp;POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYKARTA ( Kompleks Kampus UMY lama Wirobrajan, Belakang AMC ) Jln. HOS Cokroaminoto No. 17 Yogyakarta</p>
<p><span id="more-191"></span></p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>PROGRAM STUDI</strong></h2>
<ol style="text-align: left;" type="1">
<li>TEKNIK ELEKTROMEDIK</li>
<li>TEKNIK ELEKTROMEDIK
<ul>
<li>KONSENTRASI TEKNIK KOMPUTER &amp; JARINGAN</li>
</ul>
</li>
<li>TEKNIK MESIN
<ul>
<li>TEKNIK MESIN PRODUKSI</li>
<li>TEKNIK MESIN OTOMOTIF</li>
</ul>
</li>
<li>AKUNTANSI</li>
</ol>
<h2 style="text-align: center;"><strong>JALUR PENDAFTARAN MAHASISWA BARU</strong></h2>
<ol style="text-align: left;" type="A">
<li>
<ol type="A">
<li><strong>Jalur Reguler</strong>
<ul>jalur penerimaan mahasiswa baru yang tidak memenuhi kriteria jalur berprestasi.&nbsp; Calon yang masuk melalui jalur regular harus mengikuti tes seleksi mahasiswa baru.</ul>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol style="text-align: left;" type="A">
<li>
<ol type="A">
<li><strong>Jalur Prestasi</strong>
<ul>Jalur&nbsp; prestasi adalah jalur masuk mahasiswa baru&nbsp; di&nbsp;POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYKARTA yang berprestasi dan tanpa melalui proses seleksi tes masuk jika memenuhi syarat :</ul>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Ranking 15 besar pada semester akhir, dengan menyertaka fotocopy raport semester akhir</li>
</ul>
<h2 style="text-align: center;"><strong>SYARAT PENDAFTARAN MAHASISWA BARU</strong></h2>
<ul style="text-align: left;">
<li>Fotocopy ijazah / STTB yang telah dilegalisir / surat keterangan lulus dari sekolah</li>
<li>Fotocopy NEM / UAN atau raport semester 1 sd. 6 yang telah dilegalisir</li>
<li>Pas photo hitam putih terbaru ukuran 4 x 6 ( 4 Lembar )</li>
<li>Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 175.000,</li>
</ul>

<table id="wp-table-reloaded-id-3-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-3">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">Gelombang</th><th class="column-2">Bulan</th><th class="column-3">Test</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">Gelombang I</td><td class="column-2">Maret - Mei 2012</td><td class="column-3">Tiap Hari Selasa</td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">Gelombang II</td><td class="column-2">Juni - Juli 2012</td><td class="column-3">Tiap Hari Selasa</td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">Gelombang III</td><td class="column-2">Agustus - September 2012</td><td class="column-3">Tiap Hari Selasa</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

<h2 style="text-align: center;"><strong>BIAYA KULIAH</strong></h2>

<table id="wp-table-reloaded-id-4-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-4">
<tbody>
	<tr class="row-1">
		<td class="column-1">SPP</td><td class="column-2">Rp 1.200.000,- / SEMESTER</td>
	</tr>
	<tr class="row-2">
		<td class="column-1">Biaya Praktik</td><td class="column-2">Exact Rp 75.000,- / sks praktik<br />
Non Exact Rp 50.000,- / sks praktik</td>
	</tr>
	<tr class="row-3">
		<td class="column-1">SPA</td><td class="column-2">Rp 5.000.000,- <br />
( Dibayarkan hanya satu kali selama kliah )</td>
	</tr>
</tbody>
</table>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmy.ac.id/web/?feed=rss2&#038;p=191</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Launching Majalah, Mahasiswa Peternakan Gelar Food Festival Gallusia</title>
		<link>http://pmy.ac.id/web/?p=95</link>
		<comments>http://pmy.ac.id/web/?p=95#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 17:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[PMB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://127.0.0.1/pmy/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[YOGYAKARTA-Sebanyak 13 stan makanan dan minuman sejak hari ini, Kamis (10/3), hingga Sabtu (12/3) memeriahkan acara Food Festival Gallusia di halaman Fakultas Peternakan UGM. Berbagai macam kuliner yang tersaji dalam festival, antara lain, susu goreng, sosis, soto ayam, roti creze, steak, nugget, carica, hingga bakso bakar. Acara dibuka pagi tadi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan,&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>YOGYAKARTA-Sebanyak  13 stan makanan dan minuman sejak hari ini, Kamis (10/3), hingga Sabtu  (12/3) memeriahkan acara Food Festival Gallusia di halaman Fakultas  Peternakan UGM. Berbagai macam kuliner yang tersaji dalam festival,  antara lain, susu goreng, sosis, soto ayam, roti creze, steak, nugget,  carica, hingga bakso bakar. Acara dibuka pagi tadi oleh Wakil Dekan  Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengembangan Usaha Fakultas Peternakan  UGM, Ir. Edi Suryanto, M.Sc., Ph.D.</p>
<p>Ketua Panitia Food Festival Gallusia, Risa Dwi Prianti (mahasiswa  Peternakan angkatan 2009), didampingi Deasi Fitriani (mahasiswa  Peternakan angkatan 2007) menuturkan rangkaian acara yang diadakan  terkait dengan rencana launching Majalah Gallusia pertengahan bulan ini.  “Acara food festival juga terkait dengan launching majalah Gallusia  pertengahan bulan ini,” tutur Risa.<span id="more-95"></span></p>
<p>Ia mengatakan selain festival kuliner, dalam acara ini juga  diadakan Zuper Duper Hot, lomba fotografi, dan talkshow. Talkshow  mengangkat tema  &#8216;Makanan Enak dan Sehat, Peluang Bisnis Restoran, dan  Pro-Kontra Kolesterol&#8217;, yang menghadirkan pembicara dari BPOM, Asosiasi  Chef Indonesia, dan Masyarakat Pangan Sehat Indonesia. “Temanya tentu  juga tidak jauh dari masalah pangan,” imbuh Risa.</p>
<p>Sementara menurut Deasi, acara Zuper Duper Hot merupakan lomba  makanan super pedas. Di babak penyisihan, peserta makan goreng-gorengan  dengan cabe terbanyak. Di babak final, para peserta  berlomba makan  oseng-oseng mercon. &#8220;Ya, namanya hot, Mas. Jadi, di sini nanti lomba  paling banyak makan cabe dan di final nanti lomba makan oseng-oseng  mercon,&#8221; terang Deasi.</p>
<p>Untuk lomba fotografi, diangkat tema &#8216;Me and My Food&#8217;  dengan  memperebutkan piagam dan piala  Wakil Gubernur DIY, Bupati Sleman, dan  Dekan Fakultas Peternakan UGM. (Humas UGM/Satria AN).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmy.ac.id/web/?feed=rss2&#038;p=95</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecil, Peran Masyarakat Asli Amerika Latin di Bidang Politik</title>
		<link>http://pmy.ac.id/web/?p=92</link>
		<comments>http://pmy.ac.id/web/?p=92#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 17:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://127.0.0.1/pmy/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Kemiskinan masih saja menjadi persoalan utama yang dihadapi sebagian besar negara Amerika Latin. Adanya implementasi kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat di negara-negara tersebut menjadi penyebab semakin meningkatnya tingkat kemiskinan di sana. “Kemiskinan di wilayah Amerika Latin merupakan fenomena yang biasa. Kondisi ini disebabkan adanya implementasi kebijakan yang tak sesuai dengan kepentingan masyarakat&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemiskinan masih saja menjadi persoalan utama yang dihadapi  sebagian besar negara Amerika Latin. Adanya implementasi kebijakan  ekonomi yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat di negara-negara  tersebut menjadi penyebab semakin meningkatnya tingkat kemiskinan di  sana. “Kemiskinan di wilayah Amerika Latin merupakan fenomena yang  biasa. Kondisi ini disebabkan adanya implementasi kebijakan yang tak  sesuai dengan kepentingan masyarakat di Amerika Latin,” kata Prof.  Fernando Hernandez, staf pengajar Universidad Nacional Autonoma de  Mexcio, Kamis (10/3), di Ruang Multimedia Fisipol UGM.<span id="more-92"></span></p>
<p>Menurutnya, kemiskinan yang terjadi di negara-negara Amerika  Latin juga disebabkan oleh adanya implementasi kebijakan yang hanya  menuruti kepentingan negara  adikuasa, seperti model neoliberalis yang  semakin memperparah kemiskinan di Amerika Latin sejak tahun 80-an.  “Sejak tahun 80-an, sebagian besar negara di Amerika Latin menerapkan  kebijakan neoliberalis ini yang justru menjadi penyebab  meningkatnya  kemiskinan di kawasan tersebut,” jelasnya dalam diskusi yang digelar  SiPAL Fisipol UGM.</p>
<p>Dikatakan Hernandez, sejak 1999 telah terjadi perubahan di  Amerika Latin. Terjadi penurunan angka kemiskinan, tetapi tidak  signifikan. Setelah krisis ekonomi yang melanda kawasan itu pada tahun  80-an, sebagian besar masyarakat Amerika Latin membelokkan diri dengan  memilih pemimpin yang dipengaruhi ideologi  sosialis. Hal ini yang  mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat Amerika Latin.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut,  Hernandez mengatakan peran  suku/penduduk asli Amerika Latin dalam bidang politik dan ekonomi tidak  begitu terlihat. Hampir sebagian besar pemimpin negara di Amerika Latin  bukan dari kalangan masyarakat asli.  “Selama kurang lebih dua ratus  tahun, hanya ada tiga presiden yang berasal dari kelompok suku asli  Amerika Latin, seperti Presiden Bolivia, Evo Morales, Presiden Meksiko,  Benito Juarez, dan Presiden Peru, Alejandro Toledo. Ini membuktikan  bahwa peranan masyarakat asli Amerika Latin masih sangat kecil di dunia  politik,” terangnya. (Humas UGM/Ika)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmy.ac.id/web/?feed=rss2&#038;p=92</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan PT Masih Kurang Perhatikan Visibilitas Virtual</title>
		<link>http://pmy.ac.id/web/?p=88</link>
		<comments>http://pmy.ac.id/web/?p=88#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 17:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://127.0.0.1/pmy/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini visibilitas fisik masih menjadi prioritas utama bagi sebagian besar perpustakaan di Indonesia. Padahal, disisi lain visibilitas virtual memiliki arti yang sama pentingnya dengan visibilitas fisik. Meskipun tidak bersifat nyata, visibilitas virtual cukup penting untuk meningkatkan citra perpustakaan dan juga perguruan tinggi yang menaunginya. “Kebanyakan perpustakaan di Indonesia masih memprioritaskan visibilitas fisik dan kurang&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini visibilitas fisik masih menjadi prioritas utama bagi  sebagian besar  perpustakaan di Indonesia. Padahal, disisi lain  visibilitas virtual memiliki arti yang sama pentingnya dengan  visibilitas fisik.  Meskipun tidak bersifat nyata, visibilitas virtual   cukup penting untuk meningkatkan citra perpustakaan dan juga perguruan  tinggi yang menaunginya.</p>
<p>“Kebanyakan perpustakaan di Indonesia masih memprioritaskan  visibilitas fisik dan kurang memperhitungkan/memperhatikan visibilitas  fisik yang mampu mendorong dalam peningkatan citra sebuah perpustakaan,”  kata Aditya Nugraha, ST., M.S., Kepala Perpustakaan Universitas Kristen  Petra Surabaya, Kamis (10/3) di University Club (UC) UGM.</p>
<p>Dalam seminar bertajuk “Informasi, Perilaku, dan Tren  Pengembangan Perpustakaan” yang digelar Perpustakaan UGM, Aditya  menyebutkan bentuk nyata dari visibilitas virtual tidak sekedar hanya  online atau terhubung dengan internet, namun juga dengan  selalu  memperbarui konten lokal, terhubung dengan jejaring sosial dan  menciptakan media baru untuk interaksi on-line antara perpustakaan,  pustakawan, dan pemustaka.</p>
<p><span id="more-88"></span>“Bentuk nyata visibilitas virtual juga bisa dengan memperkaya  koleksi conten digital lokal untuk meningkatkan Webometrics,  memfasilitasi interaksi onel antar perpustakaan dan civitas, serta  selalu meng up-date situs web perpustakaan,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara Dr. Neila Ramdhani, staf pengajar Fakultas Psikologi  UGM, mengatakan  Indonesia dikenal sebagai negara demokratis yang  memberikan kebebasan untuk memilih dan memilah informasi yang dibutuhkan  guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Terkait dengan hal tersebut, menjadi  penting bagi perpustakaan sebagai lembaga informasi untuk mengenali  kebiasaan pemustaka sebagai dasar pembangunan dan pengembangan informasi  umum sebuah perpustakaan yang melayani masyarakat demokratis.</p>
<p>Drs. Ida Fajar Priyanto, M.A., Kepala Perpustakaan UGM,  menyatakan bahwa dalam delapan tahun terakhir terjadi sejumlah  perkembangan di berbagai perpustakaan Asia Tenggara dan Amerika.   Terdapat sembilan trend pengembangan perpustakaan di Asia Tenggara dan  Amerika yaitu mengembangkan pelayanan informasi yang lebih nyaman,  perpustakaan digital mobile, penyediaan jaringan sosial layanan  perpustakaan jarak jauh, sistem manajemen perpustakaan virtual dan  pelayanan berfokus pada return on investment. Berikutnya pelayanan  referensi dan literasi informasi, pelayanan referensi dan literasi  informasi , dan menjadikan perpustakan selayaknya rumah. (Humas UGM/Ika)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmy.ac.id/web/?feed=rss2&#038;p=88</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep Pararadya dan Gubernur Utama Tidak Sesuai Aspirasi Masyarakat DIY</title>
		<link>http://pmy.ac.id/web/?p=79</link>
		<comments>http://pmy.ac.id/web/?p=79#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 17:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://127.0.0.1/pmy/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[YOGYAKARTA – Naskah akademik dan draft RUUK DIY dari pemerintah yang mencantumkan konsep pararadya atau gubernur/wakil gubernur utama, disarankan untuk dievaluasi dan diperbaiki karena tidak sesuai filosofi dan kultural masyarakat DIY. Selain itu, keistimewaan DIY tidak hanya terletak pada posisi Gubernur dan Wakil Gubernur, melainkan juga keistimewaan bidang pertanahan, keuangan dan kebudayaan. Demikian salah satu&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>YOGYAKARTA – Naskah akademik dan draft RUUK DIY dari pemerintah yang  mencantumkan konsep pararadya atau gubernur/wakil gubernur utama,  disarankan untuk dievaluasi dan diperbaiki karena tidak sesuai filosofi  dan kultural masyarakat DIY. Selain itu, keistimewaan DIY tidak hanya  terletak pada posisi Gubernur dan Wakil Gubernur, melainkan juga  keistimewaan bidang pertanahan, keuangan dan kebudayaan.</p>
<p>Demikian salah satu yang mengemuka dalam penjaringan aspirasi  RUUK DIY oleh Komisi II DPR dan Komisi I DPD RI dengan kalangan  akademisi di ruang balai senat UGM, kamis (10/3).</p>
<p>Sosiolog UGM Prof Sunyoto Usman menegaskan, pembahasan RUUK DIY  tidak hanya merespon masa lalu atau menjawab konteks kekinian, melainkan  untuk menjawab tantangan yang di hadapai DIY dan bangsa Indonesia ke  depan. Dia menyebutkan, poin-poin keistimewaan yang ada saat ini  kebanyakan sudah banyak yang telah di sepakati karena sudah dibahas oleh  kalangan DPR periode sebelumnya. Namun posisi gubernur dan wakil  gubernur masih menjadi bahan perdebatan di kalangan DPR dan pemerintah.</p>
<p><span id="more-79"></span>&#8220;Kalo melihat arus yang ada sekarang di masyarakat, arahnya ke  penetapan, tapi jika nanti hasilnya lain maka akan memberikan dampak  sosiologis yang cukup besar,&#8221; katanya.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Hukum Prof Dr. Sudjito menyampaikan  kekhawatirannya tentang komitmen dari anggota DPR RI dalam pembahasan  RUUK DIY. Dia mengharapkan agar anggota komisi II DPR RI mampu menyerap  aspirasi rakyat dan tidak membawa kepentingan politis sesaat.</p>
<p>Sudjito menambahkan, penyusunan dan penyerapan aspirasi RUUK DIY  sebaiknya dilakukan secara bottom up (lewat masyarakat) bukan top down  (pemerintah). &#8220;Jangan sampai aspirasi rakyat DIY dipolitisir,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Ia juga menilai draft dari pemerintah  tentang RUUK DIY saat ini perlu ditinjau dan diperbaiki karena ditemukan  banyak terminologi yang tidak jelas. Salah satunya, istilah gubernur  utama. Sebab, di banyak Negara, konsep ini tidak ditemukan. &#8220;Ini hanya  akal-akalan untuk mengganti istilah pararadya menjadi gubernur utama,&#8221;  tukasnya.</p>
<p>Pengamat politik Ari Dwipayana, M.Si menuturkan pembahasan RUUK  DIY merupakan bagian penting dari pembahasan problematika keindonesian  terkait asimetris desentralisasi yang sudah dilakukan di Aceh dan Papua.  &#8220;RUUK DIY tidak hanya untuk merespon kepentingan jangka pendek atau  kepentingan pemilu 2014, tapi untuk kepentingan jangka panjang,&#8221;  ungkapnya.</p>
<p>Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap menuturkan, kunjungan  komisi II DPR RI ke UGM dalam rangka menggali aspirasi dari para  kalangan akademisi untuk mendapat berbagai masukan sebagai daftar isian  masalah untuk bahan pembahasan perumusan RUUK DIY di masing-masing  fraksi DPR. &#8220;Komisi II sebelumnya sudah mendapatkan berbagai masukan  dari pakar politik, hukum, sosiologi, tata Negara hingga pertanahan.  Kehadiran kita ke UGM karena kita memandang banyak intelektual di UGM  yang memiliki pemikiran merdeka dan orisinal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Diskusi yang dipandu oleh Sekretaris Eksekutif UGM Drs. Djoko  Moerdiyanto, M.A ini dihadiri 18 anggota DPR dan 9 anggota DPD.  Diantaranya anggota DPR Ganjar Pranowo, Nurul Arifin, Alexander Litaay,  dan Taufik effendi. Sementara dari anggota DPD, Hafid Ashrom, Dani Anwar  dan Paulus Sumino. (Humas UGM/Gusti Grehenson)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmy.ac.id/web/?feed=rss2&#038;p=79</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

